covid 19 di dalam gang sempit

indonesia sedang menghadapi wabah yang sudah memasuki gang-gang sempit, pasien yang positif terjangkit semakin bertambah setiap saya menyalakan televisi, oleh karena itu pemerintah menghimbau kepada masyarakatnya untuk tetap di rumah kalau tidak ada kepentingan yang mendesak.

bapak pergi bekerja pagi-pagi sekali dengan wajah yang tidak biasa, begitu pun ibu yang pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan persediaan. kata ibu, kami bisa berdiam diri di dalam rumah dengan nyaman, kalau rela melihat anak-anak kami memasukkan kosen-kosen keropos atau serbuk yang mengalir dari dalam retakkan tembok kedalam mulutnya.

saya dan bapak tidak lagi solat di mesjid semenjak wabah mulai mendekat, ibu juga dengan berat hati tidak lagi mengikuti kajian-kajian rutin bersama teman-temannya di komplek. kata bapak, tuhan tidak tinggal di tempat peribadatan, tuhan tinggal di setiap hati manusia, dan masih begitu banyak cara kalau ingin bertemu.

saya lalu menyadari bahwa memang benar mati adalah urusan tuhan, tapi bagaimana cara kita mati, kita sendiri yang menentukan.

semoga kita semua selalu di beri kesehatan, dan pasien-pasien yang telah dinyatakan positif pun segera disembuhkan.

6 pemikiran pada “covid 19 di dalam gang sempit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s